Selasa, 20 Agustus 2019

GUNUNG MUTIS NUSA TENGGARA TIMUR { NTT }


Gunung Mutis adalah, salah satu gunung yang terdapat di pulau TIMOR di Propinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) dan  berada di kabupaten,( Kefamenanu ( TTU ) yang memiliki ketinggian 2.458 mdl dan menjadi gunung tertinggi diwilayah,Timor Barat (Indonesia).

Secara administratif berada di perbatasaan  Kabupaten:Timur Tengah Utara dan Timur Tenengah Selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ).Judi Esport

Gunung ini memiliki tiga puncak dan merupakan cakar alam Gunung Mutis yang terkenal dengan kekayaan marmernya .

Masyarakat yang menghuni disekitar GUNUNG MUTIS bandar BOLA adalah SUKU tertua di NTT yaitu Suku Dawan.

Gunung Mutis memiliki tiga puncak yaitu:

Secara topografi memiliki relief berbukit  sampai bergunung berbentuk tapal kuda dengan lembah besar  membuka kearah timur.

Formasi mutis menyusun batuan gunung ini terdiri dari:batuan malihan,
seperti batu sebak, filit,sekis, amfibolit,kwarsit, dan granulit.

Amfibolit menyusun sebagian besar formasi ini, Gabro ditemukan dibagian timur gunung ini.
Kwarsit filitan tessingkap dibagian barat Agen SBO  GUNUNG MUTIS.

Gunung Mutis menjadi sumber air bagi tiga daerah aliran sungai besar di pulau Timor yaitu:
1.Noel Mina  2.NoelBenenai  3.Noel Fail.


Vegetasi di gunung MUTIS, merupakan tipe hutan homogen dataran tinggi dengan kerapatan sedangkan yang didominasi oleh flora ampupu danPohon Cendana.

Selain itu juga terdapat beragam jenis tanaman lain seperti, Agen judi bola paku-pakuan rumput-rumputan, bonsain dan lain-lain.

Fauna di gunung Mutis diantaranya:

1.Rusa Timor  2.Kuskus  3.Biawak Timor  4.Ular Sanca Timor  5.Punai Timor  6.Betet Timor.

Bagi pencinta  alam di seluruh dunia atau dalam negeri Indonesia, semoga bersinggah di alam Nusa Tenggara Timur(NTT) di gunung Judi CSGO  karena keindahannya pun tidak kalah menarik dengan keindahan gunung-gunung yang lain di negeri Nusantara ini.



Nuansa Alam Gunung Mutis, Propinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT )



Nusa Tenggara Timur memiliki keindahan dan pesona alamnya yang tidak ada habisnya, lain waktu para pelancong jangan sampai lupa melancong ke propinsi ( Kupang ) NTT dari kota Kupang, berjalan ke bagian timur, kota Kupang terbentang dan berdiri kokoh dan megah satu gunung yang berada persis di:Kabupaten, TTU ( Kefamenanu ) bernama Gunung Mutis.

Sempatkan waktu untuk melihat atau menengok keindahan cagar alam Gunung Mutis.
Mungkin banyak traveler yang pernah mendaki gunung di pulau jawa Judi Bola online tapi bagaimana dengan NTT.
Di NTT ada juga gunung yang asik di daki, misalnya gunung MUTIS.


Berbeda dengan gunung di jawa yang memiliki ketinggian di atas rata-rata 3.000 Mdpl.
Gunung MUTIS hanya memiliki ketinggian 2.427 Mdpl. Agen SBO  Tapi tidak banyak pendaki gunung bahkan bisa bisa di bilang, hampir sepuluh tahun terakhir tidak ada yang mendaki gunung ini.

Sekalipun tidak terlalu tinggi,gunung tetaplah gunung, butu perjuangan ekstra untuk mencapai puncak gunung tesebut.

Untuk mendaki Gunung MUTIS, ketua adat melarang untuk tidak boleh bejalan di malam hari, mengingat Gunung Mutis masih gunung yang liar atau gunung yang jarang di  di jamah oleh manusia,dan dari itu dibilang lingkungan disekitar Gunung MUTIS masih ( ANGKER )

Urusan pemandangan alamnya Indonesia bagian Timur memang juaranya, dalam pepatah kata, semakin susah mencapai lokasi, maka semakin bagus lokasi alam tersebut.

Selasa, 13 Agustus 2019

TRETES JAWA TIMUR


Tretes  adalah sebuah daerah wisata pegunungan yang termasuk wilayah  Indonesia, yang terletak di pulau Jawa yaitu (Jawa Timur)  kabupaten Pasuruan kecematan Prigen,  Wilayah Tretes terletak 60 km sebelah selatan kota Surabaya atau yang biasa di sebut Suroboyo.

Wilayah Tretes berada di kaki dan lereng pegunungan “Arjuno Welirang” daerah ini terkenal sebagai daerah wisata, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bersama dengan Trawas, Tretes dikenal sebagai, tempat peristrahatan penduduk Surabaya karena, kesejukan dan keindahan alamnya.
Beberapa tempat wisata yang terkenal di Tretes yaitu, 1.Air terjun kakek bodo  2.Finna Golf  3.Taman safari Indonesia.





Sejarah kota wisata satu ini mempunyai pemandangan yang sejuk dan  indah, adakala biasanya di sebut atau nama pasarannya di Jawa Timur yaitu “PUNCAK TRETES” kenapa di sebut Tretes karena, ada cerita sejarahnya tersendiri.

Kata tretes berasal dari kata,”Air Yang Menetes berbunyi TESTES TES”.

Hal ini dapat di lihat dengan adanya sumber air yang menetes di celah-celah dinding batu di daerah Dong Biru, (berada di dekat wilayah tempat wisata Kakek Bodo dan dari arah Surabaya terletak di sebelah kanan jalan.)

Sejak dahulu wilayah Tretes di kenal sebagai tempat peristrahatan karena, keindahan alamnya dan mempunyai lingkungan udara yang sejuk.

Tretes dahulu di kenal sebagai tempat peristrahatan para petinggi “Jaman Kolonial Belanda".
Di wilayah Tretes, terdapat banyak bangunan VILLA peninggalan jaman Kolonial Belanda.

Biasanya berbentuk rumah kayu bergaya Eropa, yang pada saat ini jumlahnya mulai  berkurang karena kurang terawat atau telah lapuk di makan usia.

Bahkan banyak bangunan VILLA yang sudah di runtuhkan karena, bangunannya sudah tidak layak lagi.

Beberapa nama bangunan itu adalah,”Dong De(Gedung Besar), Dong Koco (Gedung Kaca), Dong Ijo(Gedung Hijau),  Dong Biru(Gedung Biru)  dan Eskam(saat ini menjadi Hotel Surya).

Tidak banyak sejarah Tretes yang di ketahui, salah satu tempat yang menjadi saksi bisu sejarah adalah, adanya "Makam Kuno di Gang Kramat77".

Pesanggarahan yang merupakan makam dari cikal-bakal penduduk Tretres.
Setiap menjelang akhir tahun biasanya, di adakan acara  “SEDEKAH DESA” yang biasanya di 




Pusatkan Punden Pesanggrahan.

Air terjun Putuk Truno mulai di temukan tahun, 1915 sebelum Indonesia merdeka.

Kecematan Tretes saat ini di kenal sebagai salah satu pusat destinasi wisata alam di Jawa Timur.

Setiap tahun banyak ribuan wisatawan datang ke, kecematan Tretes untuk menikmati sejumlah area rekreasi bertema alam yang menarik, seperti “Coban Lowo, Air terjun alap-alap, Air terjun kakek Bodo, dan air terjun Putuk Truno.


Untuk mengakomodasi banyaknya pengunjung yang datang, berbagai hotel dan penginapan berbintang telah di bangun di sekitar kawasan wisata Tretes.

Anda juga bisa menemukan beragam penginapan murah yang di kelolah oleh warga sekitar.

Salah satu akomodasi berbintang yang paling populer adalah  Hotel Tretes Raya.

Selain menawarkan beragam pilihan kamar dengan fasilitas menarik, akomodasi ini juga menyediakan beberapa fasilitas yang bisa di nikmati secara umum, "seperti taman rekreasi air dan restoran bertaraf internasional".
 Itulah perjalanan cerita puncak Tretes Jawa Timur (Surabaya.)

Senin, 12 Agustus 2019

POHON CENDANA


Pohon Cendana yang terkenal dari, bau harumnya yang wangi, yang menjadi daya tarik bangsa Eropa bahkan seluruh dunia untuk mendapatkannya.

Pohon CENDANA daya tariknya, memikat para pebisnis atau pengusaha sangat berpengaruh besar, untuk di dapati pohon CENDANA tidak semua negara mempunyai hutan,  yang bisa di temukan tumbuhnya  pohon CENDANA.

Di negara Indonesia kita dapat menemukan tumbunya pohon CENDANA di pulau “Nusa Tenggara Timur (NTT)” dan  kebanyakan di temui di Kabupaten”Timur Tengah Utara (Kefamenanu).

Dan di yakini pohon CENDANA berasal dari “Negara Republik Indonesia”Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) atau biasa di sebut pulau “TIMOR”.

Pohon Cendana wangi merupakan penghasil kayu cendana dan minyak cendana, jika pohon cendana dalam kondisi yang sangat baik maka, kayunya  akan menyimapan aroma yang wangi selama berabad-abad.

Sebab itulah harga “kayu cendana sangatlah mahal”apalagi sekarang, keberadaan pohon cendana sangat langkah dan mulai susah di temukan di NTT karena adanya penebangan liar yang selalu mencari kayu cendana untuk di jual demi kepentingan pribadi atau diri sendiri.

Dengan keberadaannya yang sulit atau langkah, maka dari itu membuat harga kayu cendana semakin melambung tinggi lagi.



Pohon cendana hanyalah tumbuhparasite karena perakarannya,tidak sanggup mendukung kehidupannya,sehingga pohon cendana memerlukan pohon inang.

1.Pohon Akasia  2.Pohon Albasia  3.Pohon Dalbergia  4.Pohon Inga  5.Pohon Pongamia dan alang-alang, untuk mendukung proses pertumbuhannya.


Pohon cendana memang,memiliki kayu  yang mempunyai aromanya sangat wangi, dan bisa menyimpan aroma wangi sampai berabad-abad,dan sering di kenal dengan nama pasaran, “CENDANA WANGI” dengan nama itu dari kalangan Manca Negara sampa seluruh dunia, pingin memiliki kayu cendana.

Pohon cendana mengandung minyak “Atsiri” minyak Atsiri adalah, bagian paling bernilai dari pohon cendana.
Bagian kayu dari akar cendana adalah, yang paling potensial sebagai sumber minyak Atsiri dengan kandungan 10%.

Bagian kayu Atsiri mengandung minyak Atsiri sebesar 4- 8 %.
Sedangkan rantingnya menyimpan minyak Atsiri sebesar 2-4 %.


Minyak Atsiri yang di peroleh dari kayu bagian terluar  memiliki kandungan komponen santanol, santalil, asetat sebanyak 3%, dan hidrokarbon 5%.

Pohon cendana memiliki ciri-ciri fisik antara lain:
1.Pohon cendana memiliki batang yang bulat dan kulit warna kecoklatan, dengan ukuran dia meter maksimal 25-30 cm, tinggi maksimal 11-15 meter.
2.Daun berbentuk elips dengan dua ujungnya lancip
3.Bunganya warna merah, memiliki kelopak bunga 4 sampai 5 buah
4.Memiliki buah yang berwarna hitam keunguan dan berbentuk bulat

Manfaat-manfaat pohon cendana, kayu cendana dapat di manfaatkan sebagai bahan obat herbal khasiatnya pun banyak di antaranya:

1.Mencegah disentri atau masalah pencernaan
2.Anti perradangan
3.Menjadi pembersih di saat menstruasi atau hait untuk wanita

Bagian yang dapat digunakan sebagai bahan obat herbal yaitu:bagian kulit kayu dan minyak pohon cendana.

Aroma harum yang di keluarkan kayu cendana ini membuat kita tidak heran, jika pohon kayu cendana dapat di olah menjadi parfum atau wangi-wangian, yang di olah menjadi:
1.Aromaterapi
2.Bahan campuran parfum
3.Bahan pembuat dupa

Itulah fungsi POHON CENDANA, yang aromanya memikat para pembeli dari dalam negeri maupun luar negeri.

Minggu, 04 Agustus 2019

GUNUNG BROMO



Inilah sejarah dan cerita rakyat gunung bromo



Sejarah unik  Wisata Bromo, konon pada jaman dahulu kala ketika kerajaan  majapahit  mengalami serangan dari  berbagai daerah, penduduk pribumi kebingungan untuk mencari tempat tinggal hingga pada akhirnya mereka terpisah menjadi dua  bagian yang pertama menuju ke gunung Bromo, yang kedua menuju Bali.

 Ke dua tempat ini sampai sekarang mempunyai dua kesamaan yaitu, sama – sama menganut kepercayaan beragama Hindu.

 Di sebut suku Tengger di kawasan Gunung  Bromo,nama Tengger berasal dari Legenda Roro Anteng juga Joko Seger yang di yakini sebagai asal- usul nama Tengger itu.

“Teng” akhiran nama Roro An-”teng” dan “ger” akhiran nama dari Joko Se-”ger” dan Gunung Bromo sendiri di percaya sebagai gunung suci.

 Mereka menyebutnya sebagai Gunung Brahma,orang Jawa kemudian menyebutnya Gunung Bromo.


Sedangkan Brahma itu, adalah sebutan nama Dewa agung nan suci yang beragama Hindu dan karena kebiasaan logat bahasa jawanya yang kental sampai sekarang terkenal dengan sebutan Gunung Bromo.

Sedangkan Legenda Asal- Usul Cerita Suku Tengger adalah suku yang tinggal di lereng pegunungan tepatnya di Gunung Bromo dan Semeru.
 Konon pada jaman dahulu kala keberadaan adat suku tengger dikaitkan dengan kerajaan Majapahit yang pernah berkuasa pada periode tahun 1293 masehi hingga abad ke 6.
 Asal- usul nama Tengger diambil dari nama sepasang suami istri yang bernama Roro Anteng (teng) dan Joko Seger (ger) yang digabungkan menjadi Tengger sampai sekarang terkenal dengan Suku Tengger.
Sebelum Roro Anteng dinikahi Joko Seger, banyak laki laki yang naksir akan kecantikan wajahnya yang sangat alami laksana dewi, salah satunya kyai Bhima.
 Akhirnya kyai Bhima mempunyai niat untuk melamar Roro Anteng yang saat itu mempunyai rasa pada Joko Seger, Roro anteng tidak bisa menolak lamaran kyai Bhima begitu saja.
Ada syarat tertentu yang diberikan kapada kyai Bhima untuk bisa melamar Roro anteng yaitu dengan membuatkan lautan diatas gunung yang harus diselesaikan dalam waktu satu malam.
 Akhirnya kyai Bhima menyanggupinya dan berusaha untuk membuat lautan dengan tempurung bathok, untuk mendapatkan air kyai Bhima berusaha membuat sumur raksasa yang saat ini menjadi kawah Bromo.

Rara Anteng mulai menumbuk padi di tengah malam. Pelan-pelan suara tumbukan dan gesekan alu membangunkan ayam-ayam yang sedang tidur.

Kokok ayam pun mulai bersahutan, seolah-olah fajar telah tiba, tetapi penduduk belum mulai dengan kegiatan pagi.
kyaibhima mendengar ayam-ayam berkokok, tetapi benang putih disebelah timur belum juga nampak.
 Berarti fajar datang sebelum waktunya, sesudah itu dia merenungi nasib sialnya.
 Rasa kesal dan marah dicampur emosi, pada akhirnya Tempurung (Batok kelapa) yang dipakai sebagai alat mengeruk pasir itu dilemparkannya dan jatuh tertelungkup di samping Gunung Bromo dan berubah menjadi sebuah gunung yang sampai sekarang di namakan GunungBatok.

Dengan kegagalan Bajak itu membuat lautan di tengah-tengah Gunung Bromo, suka citalah hati Rara Anteng. Ia melanjutkan hubungan dengan kekasihnya, Joko Seger.
 Kemudian hari, RaraAnteng dan Joko Seger menikah sehingga menjadi pasangan suami istri yang  bahagia, karena keduanya saling mengasihi dan mencintai.
Pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger membangun pemukiman dan kemudian memerintah di kawasan Tengger dengan sebutan Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger, maksudnya “Penguasa Tengger Yang Budiman”. 
Nama Tengger diambil dari akhir suku kata nama Rara Anteng dan Jaka Seger.  Kata Tengger berarti juga Tenggering Budi Luhur atau pengenalan moral tinggi, simbol perdamaian abadi.
Dari waktu ke waktu masyarakat Tengger hidup makmur dan damai, namun sang penguasa tidaklah merasa  bahagia, karena setelah beberapa lama pasangan Rara Anteng dan Jaka Tengger berumah tangga belum juga di karuniawi keturunan.
 Kemudian di putuskanlah untuk naik ke puncak gunung Bromo untuk bersemedi dengan penuh kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa agar di karuniai keturunan.
Tiba-tiba ada suara gaib yang mengatakan  bahwa, semedi mereka akan terkabul namun dengan syarat bila telah mendapatkan keturunan,  anak yang bungsu harus dikorbankan ke kawah Gunung Bromo,  Pasangan Roro Anteng  dan Jaka Seger menyanggupinya, kemudian di dapatkannya 25 orang putra-putri,namun naluri orang tua tetaplah tidak tega bila kehilangan putra-putrinya.

 Pendek kata tentang Sejarah Gunung Bromo | Legenda  Bromo Tengger, pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger ingkar janji, Dewa menjadi marah dengan mengancam akan menimpakan malapetaka,  kemudian terjadilah prahara keadaan menjadi gelap gulita sehingga kawah Gunung Bromo menyemburkan api.
Kusuma  anak bungsunya lenyap dari pandangan terjilat api kemudian masuk ke kawah  Bromo, bersamaan hilangnya Kesuma terdengarlah suara gaib:
 ”Saudara-saudaraku  yang kucintai, aku telah dikorbankan oleh orang tua kita dan Hyang Widi menyelamatkan kalian semua.
Hiduplah damai dan tenteram, sembahlah Syah Hyang Widi.
 Aku ingatkan agar kalian setiap bulan Kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji yang berupa hasil bumi kemudian di persambahkan kepada Hyang Widi asa di kawah Gunung Bromo. sampai sekarang kebiasaan ini diikuti secara turun temurun oleh masyarakat Tengger dan setiap tahun diadakan upacara Kasada di Poten lautan pasir dan kawah Gunung Bromo.




Masyrakat disana terkenal dengan kerukunannya jarang terjadi perselisihan dan permusuhan antar sesama.
 Semua ini dilakukan karena masyarakat suku tengger mempunyai kepercayaan dan prinsip perpedoman kepada nenek moyeng mereka.
 Dari nilai nilai positif pedoman suku tengger ini bisa kita adopsi ke kehidupan kita sehari hari agar supaya tercipta hubungan sosial yang harmonis antar sesama.
Indonesia kaya akan budaya,  dengan mempelajari suku dan budaya suku Tengger maupun suku lain akan memberikan banyak nilai positif terhadap diri kita.
 Selain kearifan lokal,  pengetahuan dan wawasan kita pun semakin luas. kebanyakan orang berkunjung ke Objek Wisata Bromo hanya menikmati keindahan panorama alamnya saja, Sejarah Gunung Bromo dan legenda asal usul cerita suku tengger menjadi tidak begitu penting
. Padahal tempat wisata alam tidak dapat dipisahkan dari legenda dan budaya daerah lokasi wisata tersebut berada.
 Mari kita menjaga peninggalan sejarah dari nenek moyang kita,  berwisata yang tidak hanya menikmati  keindahan alamnya saja tetapi juga mempelajari kearifan lokalnya dan menjaga kelestarianya.
Begitulah  Sejarah  Gunung Bromo | Legenda Bromo Tengger semoga cerita ini menjadi budaya yang tak  terlupakan, hingga sampai sekarang Gunung  Bromo menjadi tempat begitu indah juga menjadi lokasi Wisata Bromo meski di selimuti banyak misteri. terima kasih atas kunjungannya sejarah unik.
Dan untuk teman-teman atau sahabat-sahabat yang pencinta alam, jangan pernah bosan menjelajahi alam Nusantara ini karena,  salah satu alam Gunung Bromo adalah alam yangindah.